Lirik Lagu K-On! "U & I"



ROMAJI:
KIMI ga inai to nani mo dekinai yo
KIMI no gohan ga tabetai yo
moshi KIMI ga kaette kitara
tobikkiri no egao de dakitsuku yoKIMI ga inai to ayamarenai yo
KIMI no koe ga kikitai yo
KIMI no egao ga mirereba sore dake de iinda yoKIMI ga soba ni iru dakede itsumo yuuki moratteta
itsumade demo isshoni itai
kono kimochi wo tsutaetai yohare no hi ni mo ame no hi mo
KIMI wa soba ni ite kureta
me wo tojireba KIMI no egao kagayaiteruKIMI ga inai to nani mo wakaranai yo
satou to shouyu wa doko dakke?
moshi KIMI ga kaette kitara
bikkuri saseyou to omotta no ni naKIMI ni tsui tsui amaechau yo
KIMI ga yasashi sugiru kara
KIMI ni moratte bakari de nani mo ageraretenai yoKIMI ga soba ni iru koto wo atarimae ni omotteta
konna hibi ga zutto zutto
tsuzukunda to omotteta yoGOMEN ima wa kizuita yo
atarimae ja nai koto nimazu wa KIMI ni tsutaenakucha
"Arigatou" woKIMI no mune ni todoku kana?
ima wa jishin nai keredo
warawanai de douka kiite
omoi wo uta ni kometa karaarittake no "Arigatou"
uta ni nosete todoketai
kono kimochi wa zutto zutto wasurenai yoomoi yo todoke 


INDONESIA:
Jika kamu tidak ada, aku tak dapat berbuat apa-apa..
Aku ingin makan masakanmu..
Ketika kamu telah pulang..
Aku ingin memelukmu dengan senyum yang luar biasa..
Jika kamu tidak ada, aku tak dapat meminta maaf padamu..
Aku ingin mendengar suaramu..
Ketika aku melihat senyummu, bagiku itu saja sudah cukup..
Hanya dengan berada di sisimu, aku selalu memiliki keberanian..
Aku ingin bersama denganmu selamanya..
Aku ingin mengungkapkan apa yang ku rasakan..
Pada hari yang cerah maupun hujan..
Kamu selalu ada di sisiku..
Ketika aku menutup mata, senyummu begitu bersinar..
Jika kamu tidak ada, aku tak dapat berbuat apa pun..
Di mana katamu gula dan kecap itu berada?
Aku ingin memberikanmu kejutan..
Ketika kamu pulang ke rumah..
Aku selalu manja kepadamu..
Karena kamu begitu baik..
Aku hanya mendapatkan sesuatu darimu, tak dapat memberikan apa pun..
Aku merasa dengan kamu berada di sisiku adalah sebuah anugerah..
Aku merasa di saat hari-hari seperti ini..
Akan terus berlanjut selamanya..
Maaf, aku menyadarinya sekarang..
Bahwa itu bukanlah anugerah..
Sebelumnya, aku ingin mengatakan padamu..
"Terima kasih"
Akankah tersampaikan ke hatimu? Aku merasa tidak percaya diri sekarang..
Namun jangan tertawa, mohon dengarlah..
Karena aku menaruh perasaanku dalam lagu ini..
Menaruh segala rasa "terima kasih" pada lagu ini..
Aku ingin menyampaikannya padamu..
Aku tidak akan pernah, tidak akan lupa dengan apa yang ku rasa..
Oh pikiran, sampaikanlah padanya..

Lirik Lagu YUI-I Remember You



Kaze wa mou tsumetai keredo
Natsukashii sora no nioi ga shitanda
HOOMU kara umi ga mieru
Kono basho de kimi wo sagashiteru
Kisetsu hazure no SAAFUBOODO ni
Ano natsu wa kitto ikiteru

Taiyou wa zutto oboete ita hazu sa
Nee kikoeteru?

Namida wa mise nai tte kimi wa sou itte
Boku-tachi wa futari te wo futta
Sayonara wa iwa nai dakara te wo futta
Yuuyake ni kieta I remember you

Sabita GITAA kakaeru tabi ni
Ano uta ga mune no oku wo tsukamu kedo
Ima mo mada sae nai hibi
Kono basho de boku wa sugoshiteru
Dakedo omounda dareka no tame ni
Kitto bokura wa ikiteru

Taiyou ga kitto oshiete kuretanda
Nee kikoeteru?

Namida wa mise nai tte kimi wa sou itte
Boku-tachi wa futari te wo futta
Sayonara wa iwa nai dakara te wo futta
Yuuyake ni kieta I remember you

Are kara no boku wa aikawarazu dakedo
Honno sukoshi jishin ga arunda yeah...

Namida wo koraeteru yakusoku dakara
Dare yori mo tsuyoku nara nakucha
Sayonara wa iwa nai datte me wo tojite
Sugu ni aeru I remember you...

PROMISE ON RAINY DAYS


Promises on rainy days...
Akhirnya aku kembali ke kota masa kecilku yang penuh dengan kenangan setelah kurang lebih sepuluh tahun aku pindah dari kota ini. Aku sangat merindukan kota kecil ini, juga sangat merindukan teman-teman lamaku dan orang tuaku.
Tidak banyak yang berubah. Mungkin hanya jalan rayanya dan mulai banyak toko-toko besar di daerah-daerah yang seingatku dulu hanya tanah kosong dengan beberapa pohon yang tidak terlalu besar. Dan satu yang sama sekali tidak berubah, adalah taman tempatku bermain sewaktu hujan saat waktu kecil dulu. Aku berci bermain diluar saat hari cerah, menurutku saat bermain dihari cerah itu, aku menjadi kotor dan penuh keringat,aku paling benci berkeringat sewaktu kecil.. tapi saat sedang menatap taman itu di bawah terpaan sinar matahari  sore ,,aku merasa seperti ada sesuatu yang hilang,sesuatu yang penting. Dan sesuatu yang penting itu di taman ini. Aku berpikir sambil melihat sekeliling mencoba untuk mengingat apa yang hilang atau mungkin lebih tepatnya, sesuatu yang aku lupakan.
Matahari mulai turun menyisakan hamparan langit kelabu dengan awan kuning dan merah muda,menandakan hari yang terang  akan segera berganti dengan gelap malam yang pekat. Lampu taman sudah dinyalakan, suara angin malam yang menghembus pelan menerpa telingaku dengan lembut, suara burung hantu dan serangga malam pun ikut mengantar matahari turun hingga akhirnya kegelapan meliputi langit. Aku pun memutuskan untuk pulang. Sesampainya dirumah,ibuku menyeambutku dengan wajah nya yang tampak selalu cantik saat tersenyum “Sharlynne anakku.. ayo masuk nak, makan malam sudah siap” ibu menggandeng tanganku dan mengantarku kedalam rumah, makan malam sudah disiapkan oleh ibuku. Semua keluarga berkumpul untuk makan bersama. Kehangatan keluarga yang terpancar membuatku ingat akan masa kecil ku.. canda tawa mengiringi waktu yang kami lewati malam itu. Aku menceritakan pengalaman-pengalaman ku saat berada diluar kota. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat dan jam sudah menunjukkan pukul 10 tepat. Semua terlihat lelah. Malam itu berakhir dengan kehangatan.
“Zzzrraaaaazzzh” pagi yang di awali dengan langit berwarna abu-abu pekat dan hujan yang turun dengan deras. Aku bangun dan bergegas keluar rumah..tanpa payung,jaket hujan dan sepatu boot, aku berlari ketengah hujan menembus tetes-tetes air yang turun sangat deras dan tidak mempedulikan rasa dingin yang menusuk.aku sangat gembira . seperti anak-anak, aku berlari mengelilingi jalan yang sepi,dan melompat-lompat bagaikan seorang gadis kecil yang baru mendapatkan boneka. Hingga akhirnya aku sampai ditaman tempat biasa aku bermain. Aku duduk di dekat pancuran air dengan tubuhku yang basah, senyum diwajahku semakin bertambah lebar saat wajahku terkena air dari pancuran. Saat sedang asyik bermain dengan air disekelilingku, aku melihat seorang lelaki yang sepertinya seumuran denganku, sedang duduk di bangku taman dengan wajah menengadah ke atas. Aku berjalan mendekat dengan maksud ingin menyapanya. Hujan yang cukup deras menghalangi pandanganku . aku menaruh tanganku di dahi untuk mengurangi air yang mengalir ke mataku. Saat langkahku semakin dekat, lelaki itu tidak ada. Aku terkejut, pikirku, apa aku salah lihat??? Atau, apakah itu benar-benar seorang lelaki yang sedang duduk???
Hujan mulai reda ketika langkahku sampai di dekat bangku taman. Aku melihat sekeliling dengan wajah bingung dan perasaan takut. Tak lama kemudian , ibuku datang sambil berkata “Sharlynne.. kenapa main hujan?? Masih pagi,nanti kamu sakit” aku menatap ibuku dengan wajah terkejut “Ibu !!!” ucapku sambil terus menatap ibu ku. “apa yang kau lihat?? Ayo pulang” “a..ah..iya” aku berjalan mengikuti ibuku sambil terus bertanya dalam hati dan berpikir hanya untuk memastikan apa yang tadi ku lihat betul-betul orang atau bukan. “apa ada yang tertinggal??” pertanyaan ibuku membuat lamunan ku yang penuh Tanya buyar, “ti..tidak bu…” jawab ku dengan tersenyum.
Sesampainya dirumah, aku melepas bajuku yang basah dan membasuh badan ku yang mulai terasa dingin dengan air hangat.
Tak terasa, hari sudah mulai siang dan langit masih kelabu. Tetesan gerimis yang mengetuk kaca jendelaku membuatku ingin keluar dan bemain dengan tetesan air itu,aku ingin merasakan tetesan itu menyentuh kulit ku, tapi keinginan itu harus ku simpan dalam-dalam karena ibu k u terus menjaga pintu . akhirnya, siang itu kuhabiskan di dalam kamar dengan menggambar. Pikiran ku sangat tenang, tangan ku bergerak bagaikan penari yang sedang menari dengan bunyi gerimis sebagai musiknya. Menit-menit berlalu, gerimis tak terdengar lagi. Aku  melihat ke luar jendela, Langit yang tadinya kelabu tertutup awan dan gerimis, sekarang sudah mulai membiru. Tetangga disekitar rumah juga sudah mulai melakukan aktivitas mereka, anak-anak juga sudah berlarian dengan tawa mereka yang menggemaskan. Melihat pemandangan luar yang begitu menyenangkan, aku langsung berdiri dan keluar meninggalkan kamarku.  “ibu, sudah tidak hujan, aku akan keluar” aku berkata pada ibuku dan pergi keluar rumah.
“selamat siang Sharlynne” para tetangga langsung menyapaku dengan ramah. Aku pun membalas sapaan mereka dengan senyum. Sinar matahari siang yan tidak terlalu terik mengiringi setiap langkah ku menuju taman.
Saat tiba di taman, kejadian tadi pagi teringat di kepala ku. Rasa penasaran yang kutekan dalam tadi pagi , keluar lagi dan membuat banyak pertanyaan muncul dikepalaku.
Sambil terus berpikir, aku duduk dibangku taman ,tempat dimana aku melihat sosok laki-laki tadi pagi. Saat sedang melamun dengan beribu pertanyaan di pikiranku, Angin siang yang sejuk membuatku yang berada di bangku taman merasa mengantuk. Rimbunnya pohon yang menghalangi sinar matahari kearahku, membuatku memutuskan untuk tidur sejenak. Aku menutup mataku dengan pelan dan meletakkan tanganku di pinggiran bangku taman, terasa kasar, aku mengelus bagian kasar itu sambil terus menutup mata. “ Tunggu aku.. disini,dibawah hujan. Aku BERJANJI akan kembali dengan banyak cinta,sebanyak tetes hujan  ternyata bagian di bagian kasar itu, ada tulisan. “puisi yang indah” sebut ku dengan suara pelan.
“Drrt..drrt” handphone ku tiba-tiba bergetar “oh tidak, aku lupa, hari ini aku harus kerumah sakit mengantar ibu mengikuti pemeriksaan rutin. Aku berdiri dari bangku taman dan berlari menuju rumah.
Dirumah sakit. setelah ibu masuk kedalam ruang pemeriksaan, aku harus menunggu kira-kira tiga puluh menit. Waktu yang cukup lama.
“Lantai teratas rumah sakit adalah tempat yang tepat untuk menunggu” pikirku dalam hati. Aku memasang headset ku dan berjalan menuju lantai teratas rumah sakit.
Angin sore menyambut ku dengan lembut saat sampai di atas. Pemandangan kota kecil yang indah ,terpampang di hadapan ku. Matahari sore dengan pancaran sinar keemasan yang menyilaukan, membuatku terpesona.
Tempat yang kupikir sepi ini ternyata ramai dengan beberapa pasien rumah sakit. Ada yang datang dengan memakai kursi roda, tongkat, dan beberapa pasien lainnya datang dengan botol infuse masih tergantung di tiangnya. Aku duduk di dekat seorang pasien lelaki yang sedari tadi hanya duduk melamun memandang langit. Dia tidak memakai pakaian rumah sakit seperti pasien lainnya, tapi aku bisa tahu kalau dia salah seorang pasien dari infuse yang dipakainya. Dia terlihat pucat. Aku bertanya-tanya, apa yang dia lihat dilangit. Saat aku mengangkat wajahku dan ikut memandang langit, yang terlihat hanya langit yang kembali mendung. aku menatap wajahnya selama beberapa menit. “wajahnya mirip seseorang” sebut ku dalam hati sambil menatap wajahnya. Tiga puluh menit berlalu, aku berdiri dan berjalan kearah pintu . di saat yang sama pasien lelaki itu juga berdiri dan berjalan kearah pintu. Di lorong rumah sakit, langkah kami sama, arah kami sama. Aku hanya berpikir kalau mungkin saja dia ingin bertemu seseorang yang kebetulan berada di jalur yang sama denganku. “Sharlynne !!!!” ibu ku memanggil. Aku berjalan kearah ibuku sambil terus memperhatikan pasien lelaki itu.
Dia berdiri di depan pintu keluar untuk beberapa saat. Terdengar suara hujan dari luar gedung rumah sakit. Lelaki itu lalu melepas infuse yang ada ditangannya dan berlari keluar rumah sakit, menembus hujan deras yang turun. Aku yang saat itu sangat terkejut, langsung berlari kearah suster yang bertugas di meja informasi . “Suster !! Suster !!” teriak ku dengan panik , “a,,ada yang bisa saya bantu ???” sang suster bertanya kepadaku, “Suster, ada pasien yang melepas infuse dan berlari keluar..!!” “Oh, dia akan kembali begitu hujan reda” kata sang suster dengan wajah tersenyum. Aku terpaku mendengar kata-kata yang dilontarkan suster itu. Dengan sedikit tergagap, aku bertanya “a..apa..apa dia baik-baik saja????” “ya” jawab suster “oh,,baiklah..terima kasih..ma..maaf mengganggun” kata ku sambil menunduk dan berbalik kearah ibuku. Selama diperjalanan pulang, aku tidak bisa berhenti memikirkan apa yang aku lihat hari ini. Semuanya membingungkan.
Saat melewati taman, aku melihat seseorang sedang duduk dibangku taman dengan wajah menengadah keatas, kejadian tadi pagi teringat lagi. “ ibu, berhenti…” pintaku kepada ibuku dengan sedikit terburu, “ada apa???” Tanya ibuku “Ibu berhenti !!!” desak ku. Aku membuka pintu mobil dan keluar “Sharlynne!!! Apa yang mau kau lakukan??” Tanya ibu ku dengan nada khawatir “bermain,, ibu pulanglah duluan. Aku akan pulang saat hujan reda” “ba..baiklah..hati-hati yah..” ibu ku pun memacu gas mobilnya kearah rumah. Aku berlari kearah bangku taman untuk memastikan. “ternyata benar manusia” kataku dengan nada jengkel dan puas saat melihat lelaki yang duduk dibangku taman. Aku mendekat kearahnya dan bertanya “permisi, apa yang kau lakukan ditengah hujan begini??” lelaki itu menurunkan kepalanya dan melihatku “aku menunggu seseorang” aku sangat-sangat terkejut, rasanya jantungku terlepas dan jatuh ke dalam sepatuku. Dia pasien lelaki tadi, dia terus melihatku. Aku tidak bisa berkata-kata karena terkejut. “dia sudah datang, tapi sepertinya dia lupa sesuatu..jadi sepertinya aku harus menunggunya lagi” ucapnya dengan pelan tapi tetap masih bisa kudengar. Aku sama sekali tidak paham apa yang dia bicarakan. Hujan masih turun membasahi kota ini , aku duduk disamping lelaki itu dan bertanya.. “siapa nama mu???” “Michael” dia menjawab sambil melihat mataku. Saat melihat matanya, dadaku terasa sakit. Aku menggelengkan kepala dan memperkenalkan diriku sambil tersenyum “aku Sharlynne..senang berkenalan denganmu”
Hujan dengan perlahan mulai reda. Michael berdiri dan berjalan menjauh dariku menuju jalan besar. Aku ingin menahannya tapi rasanya tidak bisa. Badanku seperti tidak bisa digerakkan, bibirku tak bisa berkata-kata. Aku membiarkannya pergi begitu saja, tanpa mengucapkan sampai jumpa atau apapun . Hujan berhenti, aku mengangkat wajahku melihat langit abu-abu yang perlahan mulai cerah. Kepala ku penuh tanda Tanya.
Aku berdiri dari bangku taman dan berjalan pulang. “Michael” aku menyebut namanya tanpa kusadari. “datang tapi lupa sesuatu” aku menghela napas panjang. “aku akan menemuinya besok” aku memantapkan keputusan ku dan berjalan dengan cepat kerumah.
Sore berganti malam. Kegelapan menyelimuti kota . aku hanya berdiam dikamar sambil menatap keluar jendela, memikirkan semua yang terjadi hari ini. “Janji..??? “ aku bergumam.
Aku berbaring di atas kasurku dan dengan perlahan menutup mataku.
“Aku harus pergi.. tapi aku akan memberitahumu sesuatu” “apa??” “tapi kau harus berjanji untuk tidak melupakannya..okay???” “baiklah..” “tapi, kalau aku pergi dalam waktu yang lama,kau pasti akan lupa..” “tulis saja” ide bagus.. bagaimana kalau di bangku taman??” “ya..disana..”
Tunggu aku.. disini,dibawah hujan. Aku BERJANJI akan kembali dengan banyak cinta,sebanyak tetes hujan 
“kau berjanji..???” “ya..aku berjanji.. jangan lupa yah.. tunggu aku..aku akan kembali” “hmm.. baik” “Sampai jumpa Michael”
“MICHAEL!!!!!” aku terbangun dari tidurku sambil meneriakkan namanya. Aku tertegun diatas tempat tempat tidurku tanpa suara. “ Michael ??? , janji ???, apa aku?? “ aku berdiri dari tempat tidurku dan berjalan keluar kamar. “selamat pagi Sharlynne” “ibu,, oh,selamat pagi” “kau kelihatan lemas pagi ini, kenapa??” “aku tidak apa-apa, ibu,,aku akan pergi kerumah sakit pagi ini “ “rumah sakit?? Kau bilang kau tidak apa-apa kan??” “ah iyah,aku hanya ingin menemui seseorang” “baiklah.. tapi, bawa payungmu, ini musim hujan..sejak kemarin kau terus –menerus terkena hujan. Kau bisa sakit” “baik,, terima kasih bu”
Aku segera bersiap dan keluar rumah, berjalan menuju rumah sakit. “janji… aku.. aku melupakan janji yang begitu penting.. bagaimana mungkin??”
Saat tiba di rumah sakit, aku bertanya pada suster di meja informasi “apa disini ada pasien yang bernama Michael??” “Michael?? Tunggu sebentar”  “ada, tapi baru keluar tadi pagi” “berapa lama dia dirawat disini???” “sudah hampir 10 tahun lebih..” “sepuluh tahun??? Selama itu???” “yah..sebenarnya, kalau dia mau diam di dalam ruangannya, pasti dia akan sembuh dalam jangka waktu 1 atau dua tahun. Tapi setiap kali hujan turun, dia pasti akan melepas semua alat medis yang ada di tubuhnya dan duduk dibawah hujan ,seburuk apapun kondisinya, bahakan dia pernah membatalkan tiga operasi penting” “lalu..apa dia sudah sembuh???” “ belum “ “kenapa dia keluar??” “dia sekarat.. dia sedang di rumah sakit pusat di ujung kota ini.. dia tidak sadarkan diri sejak kembali kemarin sore” “tidak sadarkan diri???”
Aku langsung berbalik dan berlari keluar rumah sakit . hujan yang turun membasahi setiap langkahku, tak kupedulikan. Air mata ku tak tertahankan, aku menangis. Merasa bodoh, kenapa janji yang begitu penting bisa kulupakan? . aku berlari hingga akhirnya tiba di taman. Aku langsung berpikir “Michael pasti ada disini.. hari ini hujan. Pasti dia ada” aku berlari kearah bangku taman berharap bisa melihat sosok Michael . tapi, aku tak menemukan siapa-siapa. Hanya aku dan hujan. aku berteriak ditengah hujan “Michael …apa kau lelah menungguku??? Maafkan aku yang begitu bodoh sehingga lupa akan janji ini..!! kau pasti dengar kan? Aku datang, kau tak perlu menunggu lagi. Maaf aku terlambat.. Michael , aku datang dengan banyak cinta untukmu,sebanyak tetes hujan. Michael .. kau mendengarkan ku kan..???” bunyi hujan semakin deras. Tak ada suara yang terdengar membalas teriakan ku.
Saat tenggelam dalam hujan, langsung teringat oleh ku rumah sakit yang suster katakan padaku. Aku berlari kearah jalan raya untuk mencari taxi yang bisa mengantarku ke rumah sakit itu. Tak berapa lama, ada taxi yang lewat. Aku memberhentikannya, dan langsung naik tanpa memikirkan baju dan tubuhku yang basah.
Selama perjalanan,aku berharap agar bisa bertemu dengannya. Aku ingin memeluknya, dan  mengatakan padanya kalau aku mencintainya.
“nona,kita sudah sampai..” aku tersadar dari lamunanku, dan melihat keluar. “Tidak hujan” kataku dalam hati. Aku turun dan membayar supir taxi tersebut.
Bagian ujung kota tak turun hujan. apa karena ini, Michael tidak datang?? Aku tersenyum kecil, berpikir kalau masih ada kesempatan bagiku untuk bertemu dengannya. aku berjalan kearah meja inormasi dan menanyakan ,apakah ada pasien yang bernama Michael. “ ya.. michael baru masuk tadi pagi.. dia dirawat diruang 246. “ “te..trima kasih” aku langsung berlari dengan terburu-buru kearah tangga. Berlari menyusuri rumah sakit dan mengecek setiap nomor ruangan. Langkahku mulai terasa berat. Aku lelah. Hingga akhirnya, aku tiba di depan ruangan nomor 246 . aku melihat nama pasien di dalam ruangan. Ada dua nama, berarti Michael dirawat bersama seseorang.
 “maaf sepertinya sudah tidak bisa disembuhkan..” tiba-tiba terdengar suara , dari dalam ruangan. Aku mendekat kearah pintu dan mencoba untuk mendengarkan. “tolong.. aku tak bisa berpisah dengannya..” seorang perempuan berbicara sambil menangis, “ kau harus merelakannya. Dia luar biasa. Bisa bertahan selama sepuluh tahun dengan penyakitnya ini..” mereka pasti sedang membicarakan Michael, pikirku singkat. Untuk beberapa saat, tak terdengar sedikit pun suara dari dalam ruangan itu. “Selamat jalan anakku..” satu kalimat yang terdengar ditelingaku. Kalimat yang membuatku merasa seperti mencair. “selamat tinggal ???” tanyaku pelan.
Sudah sebulan sejak kejadian itu. Kalimat yang di lontarkan wanita itu, terus terngian dikepalaku. bulan ini, adalah puncak musim hujan.
Diam tanpa kata, dibawah derasnya hujan yang membasahi tubuhku. Aku terus duduk menunggu dibawah hujan. berharap sebuah keajaiban akan muncul diitengah ketidakmungkinan. “apa kau lelah menunggu ku???” pertanyaan itu selalu kusebutkan.
Aku merasa kesal kepada diriku. Aku berdiri diatas bangku taman dan berteriak “ Apa kita masih bisa bertemu lagi??? Apa aku masih punya kesempatan buat menepati janjiku ” tangisku tak terbendung lagi. Aku menangis.. menangis untuk janjiku yang tak kutepati. Menangis sambil terus berharap agar aku punya kesempatan untu menepati janji ku.. “Michael !!!!” teriakku .
“ ya… “ sebuah suara terdengar . ada jawaban,, aku berbalik dan melihat sosok yang ku harapkan berdiri sambil tersenyum kearahku. Rasa tidak percaya, bahagia, semua tercampur dalam hatiku. Aku langsung memeluknya dengan erat,, seperti tidak ingin melepaskannya. Dia membalas pelukan ku sambil berkata “maaf.. aku terlambat dan membuatmu menunggu” “tidak…tidak..harusnya aku ..aku yang mengatakan maaf.. maafkan aku membuat mu menunggu begitu lama..” dia memelukku lebih erat lagi sambil berkata, “sepuluh tahun, atau bahkan ratusan tahun, hanyalah waktu yang singkat.”
Rasa bahagia dalam hatiku tak bisa kulukiskan dalam dengan kata-kata. Aku bahagia.. aku baru sadar kalau ada begitu banyak yang berubah darinya. Aku melepas pelukannya dan berkata “ AKU KEMBALI “ dengan tersenyum dia menjawab “ya..kau kembali dengan banyak cinta seperti yang kau katakan” “aku tidak akan membuatmu menunggu lagi..sekali lagi aku berjanji..” “ya..aku akan memegang janjimu..tapi bolehkah aku juga berjanji???” aku tersenyum sambil mengangguk. Dia kemudian berkata sambil mendekatkan wajahnya “aku berjanji untuk selalu menjaga cinta yang kau berikan , SELAMANYA” aku memeluknya sambil berkata “ ya..aku akan memengang janjimu..”
Hujan sudah reda..langit mulai membiru.. “kemana kau pergi selama sebulan ini???” aku bertanya dengan penasaran. “aku pergi ke luar negeri untuk menjalakan operasi” “aku pikir kau sudah tiada” kataku sambil tertunduk. “aku ,tidak akan mati ..karena janjimu”  dengan tertawa kecil ,dia mengangkat wajah ku dan mencium bibirku dengan lembut.
hujan,, menjadi saksi atas janji ku dan dia . “




____ the end______

- Copyright © ACAK-ACAK - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -